Potensi Penyelewengan Pajak

Pajak merupakan sumber utama pendapatan APBN Indonesia. Dengan demikian penyimpangan pajak yang terjadi tentu akan mengurangi pendapatan Negara. Kasus penyelewengan pajak yang sangat besar dan melibatkan berbagai pihak adalah kasus Gayus Tambunan. Tentunya sudah banya orang yang mengenalnya. Terungkapnya penyelewengan pajak oleh Gayus Tambunan hanyalah seperti fenomena gunung es. Yang tidak tampak jauh lebih besar. Ketua Komite Pengawasan Pajak menyampaikan setidaknya da 12 titik rawan penyelewengan yang terdapat dalam perpajakan. Secara jumlah juga cukup besar. Dirjen Pajak mengakui bahwa di seluruh Indonesia ada 15.000 aparat Direktorat Pajak yang rawan melakukan penyelewengan.

Penyelewengan yang terjadi ini disebabkan 2 hal. Pertama, peraturan dan sistem yang belum baik yang memnungkinkan terjadinya penyimpangan diberbagai lapisan dan bagian Direktorat Jenderal Pajak. Kedua, adanya berbagai elemen aparat dan masyarakat terutama stake holder pajak yang ingin mendapatkan keuntungan melebihi haknya dengan melakukan penyimpangan. Menurut Imron Mawardi dalam sebuah Seminar Nasional setidaknya ada 5 potensi penyelewengan pajak. Potensi dari petugas pajak, potensi dari wajib pajak, potensi dari konsultan dan akuntan pajak, potensi pengadilan pajak, potensi makelar kasus. (more…)

Read More